• Gedung Hanurata, Jl. Kebon Sirih No. 67, Jakarta Pusat
  • Whatsapp08134475889
  • E-mail admin@cir.or.id

9 bulan pandemi: mengapa penting menemukan makna hidup di tengah penderitaan akibat COVID-19

Dec 11, 2020 Monitoring Media

Pandemi COVID-19 di Indonesia telah melewati sembilan bulan dan belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Sepanjang waktu ini, banyak orang – baik orang yang terinfeksi virus maupun mereka yang berisiko terinfeksi dan orang-orang yang terdampak dalam berbagai sektor kehidupan – mengalami depresi dan kehilangan .

Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 mengalami berbagai perasaan negatif seperti tidak percaya, marah, menolak, bahkan mungkin depresi.

Sebuah riset menunjukkan depresi saat pandemi naik tiga kali lipat dibanding sebelum masa pandemi. Riset lainnya menyimpulkan kesimpulan dan depresi juga melayani para penderita penyakit seperti jantung dan darah tinggi yang melaporkan ke rumah sakit karena keadaan pandemi COVID-19.

Walau tidak mudah, kita perlu menemukan makna hidup di tengah keadaan pandemi. Makna hidup ini akan mendorong kita tetap produktif walau ada banyak hambatan dan kesulitan.

Petugas memasak di dapur umum Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kota Yogyakarta di Umbulharjo, Yogyakarta, 2 Oktobe 2020. Mereka memasak dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan makanan pasien isolasi COVID-19 di rumah susun Bener Yogyakarta. FOTO ANTARA / Hendra Nurdiyansyah / pras.
Logoterapi, terapi makna hidup
Salah satu teori psikologi yang kerap dipakai untuk terapi menemukan makna hidup di tengah adalah penderitaan logoterapi (penyembuhan). Teori dari Viktor E Frankl ini menyediakan panduan untuk menjalani hidup secara terwujud dalam penderitaan.

Viktor Frankl, psikiater berkebangsaan Austria, menemukan logoterapi tersebut saat ia berada di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz Polandia. Kamp konsentrasi seolah menjadi “laboratorium hidup” karena fasilitas sangat minim, keadaan manusia dalam keadaan kelaparan, dan sakit.

Salah satu kegiatan rutin para tahanan adalah kerja paksa yang tidak teratur rel kereta bahkan mengubur mayat-mayat sesama tahanan. Frankl sebagai dokter psikiatri, ditugaskan di poliklinik juga menjalani kerja paksa seperti tahanan lainnya.

Berdasarkan pengalaman penderitaan tersebut, Frank menyatakan penderitaan dalam penderitaan dan tak dapat melihat indahnya dunia, masih tersisa sesuatu yang memberi makna pada eksistensi: memikul penderitaan hidup dengan keberanian penuh dan harga diri.

Frankl, korban yang selamat dari penyiksaan itu, menyaksikan ada dua kecenderungan manusia dalam menghadapi situasi kamp konsentrasi. Kelompok pertama, mereka berperilaku serakah, beringas, mementingkan diri dan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan sesama. Mereka putus asa dan bahkan bunuh diri saat menghadapi penderitaan.

Malah ada kelompok kedua yang berperilaku seperti orang kudus. Dalam puncak penderitaan, mereka dapat membagikan makanan, membantu sesama tahanan, merawat orang sakit, berbagi kue, menghibur mereka yang putus asa, dan mendoakan sesama tahanan yang menanti ajal.

Logoterapi dapat membantu seseorang melakukan hal yang berdekatan, bahkan jika ia meninggal, ia akan pergi selamanya dengan perasaan berharga.

Hal serupa bisa terjadi pada masa isolasi pasien COVID-19 baik di rumah sakit maupun di rumah. Mereka dalam kesendirian, tidak boleh menerima kunjungan, bahkan seandainya meninggal pun dalam kesendirian. Hal ini sangat mencekam dan menakutkan bagi orang yang tidak siap menghadapinya.

Dengan pendekatan logoterapi, walau sedang infeksi COVID dan terisi, tidak ada yang dapat merenggut kebebasan manusia untuk memaknai hidup. Pemaknaan hidup dapat bersumber dari spiritualitas, cinta, seni, dan kreativitas.

Hal ini memungkinkan seseorang dapat menghargai kehidupannya dengan hal-hal positif yang akan menyadari bahwa hidup berharga dan inilah yang menghargai kehidupan. Ia akan mengisi kehidupan dengan hal yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.

Misalnya Bima Arya, Wali Kota Bogor, yang terinfeksi virus corona pada awal-awal wabah Maret lalu dan menjalani isolasi selama 22 hari di rumah sakit. Selain mengupayakan kesembuhannya, ia juga menulis pengalamannya dalam bentuk buku Positif! yang dapat dibaca dan menambah wawasan masyarakat.

Pemaknaan serupa dapat dilakukan oleh mereka yang telah kehilangan pekerjaan atau harus bekerja dari rumah , siswa yang harus belajar online , maupun mereka yang kehilangan anggota keluarga , atau yang bisnisnya hilang akibat pandemi.

Cara memaknai penderitaan
Bagaimana cara menemukan hidup di tengah penderitaan?

Hal yang tumbuh dalam logoterapi adalah manusia yang memiliki hasrat untuk hidup dan manusia dapat menemukan makna hidup. Kedua hal itu memotivasi seseorang untuk mencapai kehidupan.

Prinsip pertama logoterapi adalah hidup tetap memiliki makna dalam setiap situasi bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Apabila makna hidup berhasil ditemukan, maka hidup menjadi berarti dan rasa bahagia menyertai.

Seseorang yang dapat menemukan makna hidup akan terhindar dari rasa putus asa dan berani menghadapi berbagai tantangan hidup. Misalnya, sebuah riset menunjukkan ibu rumah tangga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga memaknai hidupnya dengan terus bertekun dalam tujuan hidup yaitu bertahan untuk membesarkan anaknya sebagai upaya memperoleh hidup hidup .

Prinsip kedua, setiap manusia memiliki kebebasan yang ‘tak terbatas’ untuk menemukan sendiri makna hidupnya. Makna hidup tidak diberikan oleh orang-orang.

Makna hidup dapat ditemukan sendiri oleh setiap orang yang bersumber pada nilai dan penghayatan seperti pekerjaan dan karya bakti yang selama ini telah dilakukan. Seseorang juga memiliki kreativitas dan kekhasannya untuk dapat memberikan diri sesama. Dalam kreativitas dan kekhasannya, seseorang tak dapat memasukkan orang lain.

Keyakinan harapan dan kebenaran yang memungkinkan manusia tidak putus asa dan terus mencari kebenaran. Penghayatan atas keindahan, iman, dan cinta kasih akan terwujud dalam tindakan nyata yang berharga bagi dirinya, keluarga, sesama, dan ciptaan lainnya.

Prinsip terakhir, ketika manusia tidak mungkin mengubah keadaan tragis, manusia dapat mengubah sikap terhadap keadaan itu. Manusia sering kali tidak dapat mengendalikan apa yang akan menimpanya, tetapi manusia dapat mengontrol dirinya dalam masa lalu.

Misalnya, sebuah organisasi yang menyatakan bahwa keluarga dapat meraih kenyataan hidup salah satu anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa . Riset lainnya menunjukkan perempuan yang telah didiagnosis tertular HIV juga dapat meraih hidup.

Mereka tabah menjalani hidup, tidak kehilangan harapan, dan kehormatan diri. Mereka mengalami penderitaan luar biasa, tapi kepribadian tetap utuh dan selalu berupaya sehingga manusia menuju puncak eksistensi.

Meraih makna hidup
Berbagai situasi penderitaan akibat COVID-19 tidak dapat dihindarkan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa berbagai terobosan baru muncul sebagai buah dari sikap positif terhadap situasi pandemi. Meski tidak mudah dan memerlukan pengorbanan, telah tercipta berbagai realitas baru yang mengagumkan.

Misalnya, muncul kreativitas dalam karya dan pekerjaan. Dunia pendidikan, memakai media pembelajaran online yang menciptakan pendidikan yang menarik dan penuh kejutan.

Pekerja seni yang mampu menciptakan karya virtual dan menghibur secara virtual. Penyedia layanan barang dan jasa yang menyelesaikan transaksi dan pengiriman barang dalam genggaman handphone .

Ada juga harapan yang senantiasa terpelihara dengan berbagai perbuatan baik yang diupayakan oleh banyak orang. Para pemuka agama yang mempertajam kesejukan dengan seruan umat untuk umat , para ilmuwan yang terus berupaya menemukan obat dan juga para pemimpin masyarakat yang dengan tulus dan kerja keras mengupayakan keselamatan rakyatnya.

Lahir solidaritas antarmanusia yang tumbuh di kalangan masyarakat dan diupayakan oleh banyak pihak termasuk petugas medis yang tak menyerah untuk menyelamatkan jiwa. Kita masing-masing berjuang dan bertekun pada tujuan hidup dan nilai luhur sehingga hidup lebih dekat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bahkan bagi bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X