• Gedung Hanurata, Jl. Kebon Sirih No. 67, Jakarta Pusat
  • Whatsapp08134475889
  • E-mail admin@cir.or.id

Normalisasi Israel-Arab, ‘Terobosan’ hingga Pengkhianatan

Dec 11, 2020 Rilis Media

Relasi Israel dan negara Arab terus mengalami kemajuan setelah sejumlah negara di kawasan Timur Tengah sepakat melakukan normalisasi hubungan bilateral.
Maroko menjadi negara Arab terbaru yang setuju melakukan normalisasi hubungan dengan Israel pada Kamis (10/12) berkat mediasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Normalisasi hubungan Israel dengan negara Arab kerap menjadi sorotan lantaran dianggap mengubah posisi Liga Arab dalam mendukung dan membela perjuangan Palestina.

Sebelumnya, negara Arab yang memiliki relasi diplomatik dengan Israel hanya lah Mesir dan Yordania.

‘Terobosan Besar’

Melalui pengumuman yang mengejutkan, Presiden Trump menyampaikan bahwa Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat melakukan normalisasi hubungan bilateral pada 13 Agustus lalu.

Lewat kicauan di Twitter, Trump mengatakan normalisasi kedua negara tersebut tertuang dalam Perjanjian Perdamaian Bersejarah “antara dua sahabat BAIK AS.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan normalisasi itu sebagai “era baru hubungan antara Israel dan dunia Arab”.

Sementara itu, UEA memaparkan Israel sepakat “menangguhkan” aneksasi sejumlah wilayah di Tepi Barat, Palestina, sebagai bagian dari perjanjian normalisasi.

Namun, Netanyahu mengatakan perluasan pendudukan Israel di Tepi Barat hanya ditunda sementara waktu.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap normalisasi Israel-UEA sebagai “pengkhianatan” terhadap perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.

Menusuk dari Belakang

Sebulan kemudian tepatnya 11 September, Bahrain mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel yang lagi-lagi ditengahi Presiden Trump.

Empat hari kemudian, perwakilan Bahrain dan UEA menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel di Gedung Putih, Washington.

Palestina mengecam langkah tersebut dan menilai Bahrain dan UEA “menusuk dari belakang”.

Beberapa pekan setelah penandatanganan itu, Israel menyetujui pembangunan hampir 5 ribu perumahan baru di Tepi Barat.

Kongkalikong AS-Sudan

Pada 23 Oktober, Sudan juga sepakat melakukan normalisasi hubungan dengan Israel berkat dorongan AS.

Sebagai gantinya, AS sepakat mencopot Sudan dari daftar negara yang diduga mendukung terorisme.

Lihat juga: Pangeran Saudi: Israel Kurung Warga Palestina di Penahanan
Saat itu, Trump mengklaim masih ada lebih dari lima negara Arab yang bersedia melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Pertemuan Rahasia

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi memang disebut-sebut terus menjalin hubungan dengan Israel meski kedua negara masih belum memiliki hubungan diplomatik resmi.

Pada 23 November lalu, sejumlah laporan menyebut PM Netanyahu mengunjungi Saudi untuk bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Laporan pertemuan kedua pemimpin itu sangat mengejutkan dan memicu kecaman dari kaum pendukung Palestina. Sebab, Saudi selama ini dianggap sebagai pemimpin negara Arab yang membela Palestina dari penindasan dan pendudukan Israel.

Namun, Kerajaan Saudi menepis rumor pertemuan Netanyahu dan MbS tersebut.

Jika pertemuan Netanyahu dan MbS benar, hal itu dinilai menjadi hadiah besar bagi Israel. Pasalnya, selama ini Saudi dan negara Arab lainnya memutus hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X