• 98494519845
  • noreply@example.com
  • Tyagal, Patan, Lalitpur
Berita
Rangkuman Prediksi Ekonomi Indonesia 2021, Bank Dunia Suram tapi BI Lebih Optimistis

Rangkuman Prediksi Ekonomi Indonesia 2021, Bank Dunia Suram tapi BI Lebih Optimistis

Sudah hampir 10 bulan pandemi covid-19 berlangsung, selama itu banyak dampak yang ditimbulkan mulai dari gangguan terhadap sektor kesehatan, sosial, bahkan ekonomi. Indonesia pada kuartal II perekonomiannya tumbuh minus 5,32 persen, dan kuartal III minus 3,4 persen.

 

Indonesia pun masuk ke jurang resesi. Kendati begitu, banyak pihak yang optimistis dan memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 akan mulai membaik, seiring berjalannya pemulihan dari berbagai sektor.

 

Berikut kumpulan prediksi pertumbuhan ekonomi yang dirangkum oleh Liputan6.com, Jumat (18/12/2020):

 

1. Bank Dunia

 

Bank Dunia (Bank Dunia) mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi minus 2,2 persen. Sementara untuk proyeksi 2021, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia positif 3,1 persen. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yakni 4,7 persen.

 

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn menjelaskan, koreksi pemulihan yang lebih lambat dari perkiraan pada kuartal III dan keempat kuartal keempat kesalahan sosial dan pencarian kasus covid-19.

 

“Proyeksi kami untuk 2020 sudah diestimasikan ada sedikit resesi, tapi ada perubahan pada 2021 yaitu tumbuh 4,4 persen untuk PDB riil dan 5,5 persen untuk keseimbangan anggaran pemerintah,” katanya dalam Prospek Perekonomian Indonesia, Kamis (17/12/2020) .

 

Kendati begitu, Bank Dunia catat ekonomi Indonesia 2021 akan membaik dan lambat pada 2022. Hal ini dibuka pada pembukaan ekonomi tahun depan yang dibuka lebih lanjut serta dilonggarkannya aturan sosial sepanjang 2022.

 

Bank Dunia diperkirakan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan berada di angka 4,4 persen yang umum dilakukan oleh pemulihan konsumsi swasta. seiring dengan longgarnya arahan sosial.

 

Perkiraan tersebut juga mengasumsikan bahwa kepercayaan konsumen meningkat. Di sisi lain, sumpah pendapatan rumah tangga tetap rendah akibat hasil pasar tenaga kerja yang lebih baik dan bantuan sosial yang sudah memadai.

 

2. Prediksi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020 berada pada kisaran -1 persen hingga -2 persen. Hal ini meningkat pada pertumbuhan ekonomi domestik diharapkan berkelanjutan secara bertahap dan akan meningkat pada tahun 2021.

 

“Perkembangan tersebut terindikasi pada berlanjutnya kinerja positif sejumlah indikator pada November 2020,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam video Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI, Kamis (17/12/2020).

 

Indikator tersebut antara lain peningkatan peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa daerah, berlanjutnya perbaikan PMI Manufaktur, keyakinan menguatnya dan ekspektasi konsumen terhadap tahapan, angka lapangan kerja, dan kegiatan usaha.

 

“Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mulai positif pada triwulan IV 2020 dan pada kisaran -1 persen hingga -2 persen pada 2020. Serta selanjutnya meningkat pada kisaran 4,8 hingga 5,8 persen pada 2021,” kata Perry.

 

BI akan terus mengkaji sinergi dengan Pemerintah dan otoritas yang terkait dalam langkah-langkah kebijakan agar kebijakan yang selanjutnya ditempuh semakin efektif mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

“Ke depan, vaksinasi dan penerapan protokol Covid-19 kondisi prasyarat bagi proses pemulihan ekonomi nasional,” lanjut Perry.

 

Prospek perekonomian domestik yang membaik tersebut juga didukung oleh berbagai langkah kebijakan yang diarahkan untuk mendorong pembukaan sektor-sektor produktif dan aman secara nasional maupun di masing-masing daerah.

 

Selain itu, juga akselerasi stimulus fiskal, penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya yang terkait dengan pengembangan UMKM.

 

3. Prediksi LIPI

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak menuju perbaikan di tahun 2021. Namun perbaikan perekonomian ini bergantung pada kecepatan pemerintah dalam melakukan program vaksinasi secara nasional.

 

“Kami memiliki keyakinan bahwa pergerakan perekonomian nasional yang sangat tergantung pada vaksin yang ada dan ini perlu jadi perhatian pemerintah,” kata Kepala Puslit Ekonomi, LIPI, Agus Eko Nugroho, dalam Media Briefing: Outlook Perekonomian 2021, Jakarta, Kamis (17/12 / 2020).

 

Agus menuturkan, keberadaan vaksin dan program vaksinasi nasional akan mendorong ekspektasi sektor konsumsi. Dia pun membuat beberapa simulasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 2021.

 

Bila tahun depan berjalan tanpa vaksin, maka PDB akan tumbuh di kisaran 1,57 persen sampai 2,07 persen. Bila vaksinasi telah dilakukan sebanyak 30 persen maka pertumbuhan ekonomi akan tumbuh di kisaran 2,99 persen sampai 3,49 persen.

 

Bila proses vaksinasi telah mencapai 50 persen pada 2021, maka pertumbuhan PDB diprediksi tumbuh 3,21 persen sampai 3,7 persen. Sedangkan bila proses vaksinasi telah dilakukan 80 persen, maka PDB akan tumbuh di kisaran 3,53 persen sampai 4,09 persen.

 

“Kalau ini bisa sampai 4 persen ini bisa jadi prestasi,” kata Agus.

 

Tentunya kata Agus kondisi ini akan terjadi bila pergerakan manusia dan ekspektasi konsekuen bergerak signifikan. Meskipun prediksi yang dibuat LIPI menjadi yang terendah dari yang dibuat pemerintah. Maka pemerintah harus tetap memberikan berbagai stimulus kepada masyarakat walau program vaksinasi telah berjalan.

 

“Karena itu vaksin ekonomi atau kebijakan ekonomi yang kritikal tetap harus diperhatikan,” kata dia.

 

4. Prediksi Indef

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksi, growth ekonomi Indonesia mencapai 3 persen pada tahun 2021.

 

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, pandemi Covid-19 masih menghantui kelas menengah untuk melakukan konsumsi.

 

Dengan segala perkembangan global maupun domestik, kita perkirakan perhitungan di 2020 ini -1,35 persen, dan tahun 2021 itu 3 persen, ”ujar Tauhid dalam Webinar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2021, Senin (23/11/2020).

 

Lanjut Tauhid, laju kredit perbankan diprediksi hanya mencapai 5 hingga 6 persen dari prediksi normal 9 hingga 11 persen karena permintaan yang belum normal.

 

“Bank Wajar Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 3,75 persen untuk antisipasi penurunan laju kredit, sekarang pertumbuhan di bawah 1 persen bahkan kemarin September 0,28 persen, ini harus ditingkatkan,” jelasnya.

 

Inflasi di tahun 2021, menurut proyeksi Indef, akan menarik angka 2,5 persen dari yang normalnya 3 persen. Hal ini karena program pemulihan ekonomi masih belum terlaksana dengan optimal dan daya beli masyarakat masih terbatas. Untuk suplai pangan dan kebutuhan pokok, Tauhid menjelaskan, tidak ada masalah berarti.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *